Home » Aktifitas » Satu Lagi Makanan Khas Aceh, Kue Adee
makanan khas aceh - visitaceh.asia

Satu Lagi Makanan Khas Aceh, Kue Adee

Bingkang aroma pandan, atau aroma kelapa bahkan beraroma coklat, mungkin biasa. Bagaimana dengan bingkang aroma bawang goreng dengan rasa manis yang khas? Kue tradisional sejenis bingkang manis ini, hanya bisa ditemui di Aceh, khususnya di kawasan kabupaten Pidie Jaya. Namanya pun tak susah untuk dilafal, yakni Adee. Ini merupakan salah satu makanan khas Aceh. Sebelumnya, Adee memang hanya bisa ditemui di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya. Bahkan sebelum tahun 2004, kue Adee ini hanya bisa ditemui di pasar pada bulan Ramadhan saja, atau bisa dicicipi ditempat-tempat pesta perkawinan. Tapi, sejak tahun 2005 lalu, kue Adee sudah bisa ditemui di daerah-daerah lain, termasuk di Kota Banda Aceh. Pengusaha kue Adee ternama di Kota Meureudu, Pidie Jaya, Rosnah, mengaku bisnis kue Adee mulai berkembang setelah tsunami Aceh. Banyak banyak organisasi non pemerintah (NGO) membantu perkembangan bisnis rumahan bagi masyarakat korban bencana gempa dan tsunami Aceh. Terutama bisnis makanan khas Aceh seperti kue Adee. Di Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh sendiri, Adee, kini begitu mudah ditemui, bahkan kue dengan tekstur lembut, gurih, legit, manis, dan beraroma bawang goreng ini sering menjadi penganan sandingan minum kopi di banyak warung kopi di Banda Aceh. Mengolah Adee, tidaklah sulit. Yang penting paduan adonannya harus pas, kemudian kue dibakar di oven. Kalau jaman dulu biasanya dibakar di loyang besi atau yang disebut dengan Neuleuk, yakni pemanggang yang terbuat dari panci tahan api. Neuluek ini kemudian dimasukkan kedalam baskom pasir sebagai penghantar panas, yang kemudian ditutup dengan seng, lalu di bagian atasnya diberi bara api. "Adonan Adee yang dimasak dengan Neuleuk ini akan terasa lebih harum dan lebih gurih. Cuma waktu masaknya lebih lama jika dibandingkan dengan oven," kata Husni

Bisnis oleh-oleh makanan khas Aceh 

Peminat makanan khas Aceh ini sangat beragam, dari wisatawan lokal maupun asing. Dari pengakuan seorang pedagang kue Adee di Banda Aceh, dalam sehari ia bisa menjual sebanyak 50-60 loyang untuk kue Adee ukuran kecil. Dan kue Adee, kini juga menjadi incaran untuk dijadikan sebagai buah tangan setelah berwisata di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Makanan khas Aceh ini tergolong dalam kue basah, artinya tidak tahan lama. Jadi, usahakan menyimpan di tempat pendingin agar bisa tahan hingga 5 hari. Banyak juga wisatawan yang pernah berkunjung ke Aceh, memesan kue via telpon, seperti Provinsi Gorontalo, Kalimantan, Jakarta, dan Medan. Harga per loyang ukuran kecil Rp.17 ribu, tapi mereka rela menambah biaya pengiriman untuk bisa menikmati makanan khas Aceh ini bersama keluarganya.  

About Eka Saputra

Seorang blogger dan traveller dan suka melakukan perjalanan. Selain itu juga punya hobi foto-foto :D. Mendirikan perusahaan CV. aSOKA communications pada tahun 2009. Kini aktif menulis di beberapa blog.

3 comments

  1. Boleh donk minta info tentang alamat n telp tempat pemesanan oleh2 khas aceh yg bisa dikrim ke alamat… Saya di Pekanbaru…
    Terima kasih…

  2. kalian sih jauh di sana.klau ax mang udah orang aceh utara tinggalnya.kalian pakek kirim segala………kasihan….////

  3. Wah,,,penasaran nih sama kue nya,kapan dong bisa mencoba menikmati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*