Home » Destinasi » Aceh Selatan » Panduan Backpacker ke Aceh Selatan

Panduan Backpacker ke Aceh Selatan

Anda backpacker yang suka bepergian dan sedang merencanakan liburan tahun ini, cobalah dengan lokasi dan suasana yang baru. Tentu akan lebih mengasikkan dan memberi hiburan yang lebih memuaskan ketimbang kembali berlibur ke tempat yang sudah pernah anda kunjungi sebelumnya. Tak perlu khawatir, siapkan koper atau ransel anda saya akan mencoba memberi sedikit panduan Backpacker ke Aceh Selatan.

Aceh tak kalah indahnya dengan Bali. Kalimat itu sering saya dengar dari teman-teman yang sudah pernah mengunjungi bali. Sabang sering menjadi rekomendasi untuk lokasi wisata alternatif jika anda tidak ingin ke Bali namun mendambakan suasana pantai dan pemandangan alam bawah laut yang indah. Tapi kali ini saya tidak mengajak backpacker ke Sabang tapi kita akan mengintip keindahan pantai Barat-Selatan Aceh.

Backpacker dari luar Aceh dapat mencapai lokasi melaui Medan atau Banda Aceh. Jika anda hanya memiliki sedikit waktu untuk berlibur ada baiknya anda memilih jalur udara dengan menaiki pesawat jenis Foker atau pesawat ringan lainnya yang tersedia untuk jalur tersebut. Namun jika anda memiliki waktu di atas tiga hari saya merekomendasikan lewat jalan darat saja.

Untuk menempuh jalan darat dari Banda Aceh anda dapat memilih dua jenis transportasi umum yang aman. Transportasi tersebut berupa jasa minibus travel, atau menggunakan jasa transportasi yang lebih nyaman lagi berupa mobil rental. Tak perlu risau akan merogoh kocek dalam-dalam, sebab anda tidak perlu rental satu mobil namun cukup membayar perorangan dengan harga yang sedikit lebih mahal dari jasa minibus travel.

Pemandangan Sepanjang Perjalanan

Di sepanjang jalan anda akan disuguhi pemandangan pegunungan dan pantai yang terbentang luas. Sekitar 45 menit perjalanan dari Banda Aceh kita akan disuguhi pemandangan indah berada di puncak gunung Geuretee yang bersentuhan langsung dengan bibir pantai menuju Samudra Hindia. Jika hendak rehat sebentar disini tersedia café-café yang menjajakan aneka makanan dan minuman.

Kita kembali melanjutkan perjalanan melewati pegunungan dan di sapa lagi oleh pemandangan pantai yang masih menyisakan kedahsyatan tsunami 9 tahun silam, namun tetap tidak mengurangi keindahan panoramanya. Jika berangkat pagi hari kita akan sampai di Kota Meulaboh pada siang hari, jika mulai merasa lapar sebaiknya backpacker bersabar sejenak karena kita akan meninkmati makan siang enak dengan menu special ikan lele di Jeuram sekitar 30 menit dari Kota Meulaboh.

Bersiaplah, setelah ini kita akan menempuh perjalanan yang berliku selama lebih kurang 2 jam di tengah bentangan perkebunan sawit yang menyejukkan. Kita baru akan sampai ke kota tujuan pada sore harinya di Tapak Tuan. Disinilah nantinya kita akan menikmati berbagai objek wisata, mulai dari air terjun, pantai, menikmati arung jeram atau ber-snorkeling atau menikmati hutan-hutan tropis yang masih perawan serta berbagai objek wisata lainnya.

Penginapan

Untuk penginapan Backpacker dapat memilih penginapan yang sesuai dengan selera dan ukuran kantong tentunya. Jika backpacker menginginkan penginapan yang murah namun tidak murahan saya merokomendasikan Losmen Rahmat, Wisma Lamprit, atau Losmen Jambu yang memiliki fasilitas dan pelayanan hampir sekelas Hotel. Penginapan ini terletak di tengah tengah kota dan mudah untuk akses tranportasi umum. Jika ingin membeli cinderamata atau oleh-oleh makanan khas juga banyak tersedia. Kata orang tidak sempurnya datang ke Tapak Tuan jika tidak membawa pulang Kue dan sirup pala.

About VisitAceh.asia

Web Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*